Monday, July 9, 2012

pengaruh letak geografis, astronomis terhadap kedaan alam indonesia


Pengaruh letak geografis terhadap keadaan alam
            Indonesia merupakan negara kepulauan yang merupakan pertemuan dua samudra besar (samudra pasifik dan hindia) dan diapit daratan luas (benua asia dan australia). Hal itu berpengaruh terhadap kondisi alam.
a.      WILAYAH INDONESIA BERIKLIM LAUT, sebab merupakan negara kepulauan, sehingga banyak memperoleh angin laut yang mendatangkan hujan.
b.      INDONESIA MEMILIKI IKLIM MUSIM, yaitu iklim yang dipengaruhi oleh angin moson yang berhembus setiap 6 bulan sekali berganti arah dan menyebabkan musim kemarau dan hujan.
Pengaruh letak geografis terhadap keadaan penduduk
a.      Indonesia dipengaruhi oleh budaya asing, yakni bidang seni, bahasa, peradaban, dan agama
b.      Indonesia terletak di negara berkembang, sehingga banyak memiliki mitra kerjasama
c.       Lalu lintas perdagangan dan pelayaran cukup ramai
Pengaruh letak astronomi indonesia
            Letak astronomi adalah suatu letak suatu tempat berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Berdasarkan astronomisnya, indonesia berada di antara 60 LU – 110 LS dan 950 BT – 1410 BT
1.      Garis lintang
Garis lintang adalah garis khayal pada peta atau globe yang sejjar dengan khatulistiwa.
2.      Garis bujur
Garis bujur adalah garis khayal pada peta atau globe yang menghubungkan kutub utara dan selatan.
Hubungan letak geografis dengan perubahan musim di indonesia
            Musim kemarau berlangsung antara April – Oktober dan musim penghujan Oktober – April. Perubahan musim ini disebabkan terjadinya Peredaran semu matahari tahunan dan angin muson.
1.      Peredaran Semu matahari
Peredaran semu matahari adalah gerakan semu matahari dari khatulistiwa menuju garis lintang balik utara 23,50 LU, kembali ke khatulistiwa dan bergeser menuju ke garis lintang balik selatan 23,50 LU dan kembali lagi ke khatulistiwa.
            Hal tersebut berpengaruh pada letak terbit dan terbenamnya matahari yang setiaphari tidaklah sama.
2.      Terbentuknya angin muson
Di indonesia terdapat dua angin muson, yaitu:
a.      Angin muson barat
Bertiup setiap bulan oktober – maret , saat kedudukan semu matahari berada di belahan bumi selatan sehingga menyebabkan bertiupnya angin dari asia ke australia (tekanan tinggi rendah) sehingga mengakinatkan musim hujan.
b.      Angin muson timur
Bertiup setiap bulan april sampai september, ketika kedudukan semu matahari pada belahan bumi utara sehingga menyebabkan bertiupnya angin dari australia ke asia, angin tersebut melewati gurun yang luas di australia sehingga angin tersebut bersifat kering dan menyebabkan musim kemarau.